The Malay Worldview and the Question of Poverty: Towards a Human-Centred Development Economics
DOI:
https://doi.org/10.30993/tifbr.v20i1.535Abstrak
Ekonomi pembangunan kontemporer pada umumnya memandang persoalan kemiskinan melalui indikator-indikator material, kuantitatif, dan teknokratis, sehingga sering mengabaikan dimensi etika, budaya, dan peradaban yang membentuk kesejahteraan manusia. Dalam konteks Alam Melayu, pendekatan semacam ini dinilai kurang mampu menangkap pemahaman lokal mengenai pembangunan yang berakar pada keharmonisan sosial, ekonomi moral, keadilan sosial, dan martabat manusia. Meskipun diskursus mengenai paradigma pembangunan alternatif semakin berkembang, perhatian akademik terhadap pandangan alam Melayu sebagai landasan konseptual untuk meninjau kembali kemiskinan dan pembangunan yang berpusat pada manusia masih relatif terbatas.
Artikel ini mengkaji bagaimana pandangan alam Melayu memaknai kemiskinan dan pembangunan melampaui kerangka ekonomi konvensional yang bersifat reduksionis. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan interpretatif melalui analisis teks terhadap tradisi intelektual Melayu terpilih, wacana pembangunan, serta karya-karya pemikir utama seperti Ungku Aziz. Pembahasan menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara ekonomi, etika, agama, dan tanggung jawab sosial dalam konsepsi pembangunan masyarakat Melayu.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan dalam pandangan alam Melayu tidak semata-mata dipahami sebagai kekurangan material, melainkan sebagai kondisi multidimensional yang memengaruhi martabat manusia, keseimbangan sosial, dan kesejahteraan kolektif. Artikel ini menegaskan pentingnya pengembangan ekonomi pembangunan yang berpusat pada manusia dan berlandaskan perspektif pribumi serta peradaban Alam Melayu sebagai alternatif terhadap paradigma pembangunan yang dominan.
Kata Kunci: pandangan alam Melayu; kemiskinan; pembangunan berpusat pada manusia; ekonomi pembangunan; Alam Melayu.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Author and Publisher

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Tazkia Islamic Finance and Business Review (TIFBR) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website), as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See the Effect of Open Access).
Assoc. Prof. Dr. Fuadah Johari
Academic Team, Associate Professor, Economics, Islamic Social Finance, Islamic Social Finance & Applied Economics
Associate Professor
Dr. Nuur Halimatus Sa’adiah Masrukhin
Academic Team, Applied Economics, Economics, Islamic Social Finance & Applied Economics, Research Cluster
Lecturer


